Tentu menyenangkan memiliki anak usia dini yang sedang lucu-lucunya, tingkahnya yang menggemaskan seringkali menjadi penghibur hati orang tua dan keluarga. Karena belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, orang tualah yang menyiapkan apa yang ia butuhkan sebaik mungkin mulai dari pakaian, makanan, fasilitas, pendidikan, hingga kasih sayang. Walaupun sudah berusaha maksimal, terkadang orangtua masih kewalahan bahkan mungkin melakukan kesalahan dalam cara mendidik buah hatinya. Nah, beberapa kekeliruan di bawah ini dapat kita renungkan:

“MASIH KECIL KOK”
Anggapan ini biasanya menyebabkan orangtua tidak peka terhadap perilaku yang mereka tunjukkan di depan si kecil. Seringkali karena menganggap anak “masih kecil”, orangtua bebas memperlihatkan perilaku buruk di depan anak. Padahal “daya serap” anak di masa golden age ini justru lebih besar karena cara belajar utama mereka  melalui modeling. Dan satu-satunya model yang menjadi perhatian mereka adalah ayah dan bunda sendiri. Maka ketika bunda memaki-maki asisten rumah tangga di depan anak, jangan heran anak akan ikut berteriak kepada anda saat mereka kesal. Begitu pula, ketika ayah membuang sampah sembarangan, maka jangan heran anak juga tidak memperhatikan kebersihan.
Bagaimana sebaiknya?

Read more »

Sudah baca berita tentang kasus penyiraman air keras oleh pelajar SMA? kalau belum, baca di sini. Peristiwa penyiraman air keras itu sempat jadi headline di media-media nasional. Bayangin aja, Tompel, seorang pelajar SMA gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba nyiram air keras ke penumpang bus yang notaben nya dia juga gak kenal. serem juga bacanya. masyarakat banyak yang berkomentar, ada yang bilang ini karena kegagalan sistem pendidikan, karena pergaulan remaja yang udah rusak, dan lain-lain deh. Tapi sebelum kesitu, menurut saya ada faktor psikologis yang lebih mempengaruhi: yaitu low self esteem, karena kalau saja si anak punya harga diri yang tinggi, dia akan memilih lingkungan pergaulan yang lebih baik, dan menghindari diri dari perilaku menyimpang.

lalu, dari mana awalnya si remaja mengembangkan harga diri yang rendah itu? apakah dari kegagalan pendidikan? iya, dan lebih tepatnya pendidikan dari dalam rumah.

Read more »

yeay! its saturday! *baru bbrp saat nyampe kota Malang*. weekend berarti saatnya kultwit tentang .

topik kali ini tentang bagaimana agar kita tetap bisa memantau anak, being connected with them. check this out, moms & dads :)

1. kita harus tau siapa saja teman2 anak kita hingga background keluarga mreka. ini akan membantu kt jika suatu hari trjadi msalah.


2. berinteraksilah dengan teman2 anak, supaya kita tau kepribadian orang yang bergaul dengan anak kita.


3. dengarkan dan jangan dulu berkomentar selama anak berbicara mengenai teman-temannya. tunggu mereka hingga selesai.

Read more »

Blogger news

Blogroll