Suatu hal bisa menjadi masalah ataupun berkah. yang membuatnya berbeda adalah prasangka terhadapnya.
prasangka baik, akan membuat hati lapang (dan sungguh sungguh begitu adanya).
tulisan ini saya jadikan penghibur hati, bagi saya sendiri atau mungkin orang lain yang juga sedang terjebak dalam kejenuhan atau keresahan yang bertubi. bahwa " didalam prasangka baik" kata Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi dalam wasiatnya "terdapat keselamatan dan keberuntungan". salah satu keutamaan para auliya' adalah selalu berprasangka baik kepada Allah Swt dan makhluknya. sesuatu yang tampaknya mudah, namun terkadang kita "kelepasan" lalu muncullah pikiran-pikiran negatif yang seringnya malah kita pelihara.
Victor Frankl, tiba-tiba saya menyukainya, mengagumi kebijaksanaan setiap deret kalimat dalam karya-karyanya, yang paling populer adalah Man's Search for Meaning. An Introduction to Logotherapy. sehingga ketika kita teringat Frankl, yang terlintas adalah dorongan mencari arti, bagian dari teorinya yang sangat terkenal.
ia menulis, "Pada akhirnya, manusia tidak perlu menanyakan apakah makna hidupnya, melainkan mengakui bahwa dialah yang ditanyai. Singkatnya, setiap orang dipertanyakan oleh kehidupan; dan ia hanya dapat menjawab kepada kehidupan dengan mempertanggungjawabkan hidupnya sendiri; ia hanya dapat menjawab kepada kehidupan dengan cara bertanggung jawab."
kali ini, saya akan share sebuah metode belajar *terinspirasi saat disuruh kuasain materi dari buku setebal empat ratusan halaman dan saya hanya punya waktu dua hari (--“) walhasil saya kepikiran pake metode ini, yang ujung-ujungnya saya namakan metode keyword, Mirip metode mnemonic (mungkin sudah ada metode seperti ini sebelumnya, tapi saya belum berhasil menemukan)
Ini dia contoh pertama, (klik untuk memperbesar gambar):
Read more »
Pertanyaan besar ini masih terpatri di dalam benak saya. kadang membakar jiwa saya dan seakan mampu menggerakkan sendi-sendi saya untuk bertindak. walaupun ini bukan hal yang mudah. nyatanya konsep "islamization of science" sendiri masih ambigu dan ditanggapi beragam oleh banyak pihak. beberapa pakar yang menuangkan gagasan mereka mengenai pola islamisasi ilmu pengetahuan (selanjutnya silahkan baca Lima Konsep Islamisasi sains), banyak juga yang melontarkan sikap kontra mereka kepada konsep ini (baca makalah Islamisasi Sains).
sementara psikologi Islami sendiri, di tengah kontroversinya masih dalam tahap "merangkak" bahkan mungkin masih berada di bawah itu. dalam hal ini saya sendiri berpegang pada proses pembangunan psikologi Islami ala Prof Dr Malik Badri, pendapat beliau sehubungan hal ini :