"Coping" yang Membawa Manfaat


Di salah satu perkuliahan, dosen saya menyinggung tentang teori Peter Blos (1962) yang mengatakan bahwa “perkembangan adalah usaha coping, yakni usaha secara aktif untuk mengatasi stress dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah”. Sementara strategi coping itu sendiri ada dua macam, pertama, coping aktif (Active coping) merupakan usaha individu untuk merubah cara pandangnya terhadap masalah dan mencoba  untuk mengatasinya. Yang kedua adalah avoidant coping yaitu strategi yang dilakukan individu untuk menjauh dari sumber stres dengan jalan mencari  suatu aktivitas ,menarik diri dari suatu kegiatan atau situasi yang berpotensi menimbulkan stress, bahkan melarikan diri dari sumber stress (masalah). ada pendapat lain mengatakan bahwa coping terdiri dari 3 bentuk, coping aktif, negatif, dan menghindar.




sepanjang hidup, disadari atau tidak, kita selalu melakukan coping. ketika mendapat tugas kuliah, saat kita menyelesaikannya, maka kita telah melakukan coping aktif. ketika ada masalah di sekolah, kita enggan masuk sekolah dan mengurung diri di kamar selama berhari-hari, maka kita telah melakukan avoidant coping. senantiasa seperti itu.

tulisan ini, tidak semata-mata saya fokuskan untuk membahas teori coping , akan tetapi, saya mempunyai sesuatu -yang mungkin nampak sederhana- untuk saya share kepada anda, yang menurut saya masih berkaitan dengan strategi coping, yaitu hadits di bawah ini :

Dari Abu Said yaitu Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu 'anhuma
bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta - sedekah - kepada Rasulullah s.a.w., lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:
"Apa saja kebaikan - yakni harta - yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, tetapi oleh sebab sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri - dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah - kaya hati dan jiwa - dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya - daripada karunia kesabaran itu." (Muttafaq 'alaih)
ini dia; -ternyata- kesabaran adalah pemberian Allah swt. dan akan diberikan saat kita sudah terlebih dahulu mengusahakannya. ada beberapa orang yang menganggap kesulitan yang ia alami terlalu berat bagi dirinya, sehingga ia berputus asa bahkan melakukan pelarian kepada hal-hal yang berdampak buruk pada dirinya sendiri. ada sebuah kisah nyata, dimana sebuah keluarga mengalami kebangkrutan, rumahnya disita, harta bendanya ludes, dan mereka kehilangan semua fasilitas yang dahulunya dengan mudah mereka dapatkan. akhirnya tinggallah keluarga tersebut di sebuah rumah kost yang tentu saja keadaannya tidak se-nyaman tempat tinggal mereka sebelumnya. perubahan drastis di kehidupan mereka membuat beberapa anggota keluarga shock dan tidak bisa menerima keadaan, si ayah menjadi linglung dan menghilang dari rumah, sementara dua anak laki-laki keluarga itu juga pergi entah kemana. tinggalah si bungsu dan ibunya berdua saja. bungsu ini berusaha tegar dan mencari pekerjaan untuk menghidupi ibunya. semua pekerjaan ia lakoni, mulai dari buruh kasar hingga penjual susu, setiap hari mulai pagi, ia bekerja sembari mencari keberadaan ayahnya.

si bungsu itu mencoba bersabar atas keadaan keluarganya yang itu bukan perkara mudah, tapi sekali lagi, karena ia bersabar, maka Allah swt memberinya kekuatan -dan tentu saja anugerah kesabaran- untuk menjalani hari-harinya ke depan.

Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Amat mengherankan sekali keadaan orang mu'min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu'min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur-|ah, maka hal itu adalah kebaikan baginya,sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran - yakni yang merupakan bencana - iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya." (Riwayat Muslim)

4 comments

Blogger news

Blogroll