10 Kebiasaan Menjadi Lebih Optimis (Part II)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya mengenai10 Kebiasaan Menjadi Lebih Optimis. check this out:

1. Pebanyak Senyum dan Kurangi Cemberut
saat kita tersenyum, kita memancing orang lain untuk juga tersenyum. Sedangkan cemberut memiliki efek sebaliknya. Kebahagiaan, bahkan dalam dosis kecil memunculkan Serotonin (hormon bahagia). Ini membuat kita mampu mengatasi hari-hari berat yang kita temui.

2. Olahraga, lakukan diet sehat dan konsumsi vitamin D.
ini sering sudah kita dengar, bahwa kita butuh sedikit latihan dan sinar matahari walaupun hanya 15 menit setiap harinya. Jika tidak bia mendapat sinar matahari langsung, tanyakan pada dokter mengenai suplemen vitamin D atau terapi cahaya. Saat sibuk dan tidak sempat berolahraga, kita bisa turun tangga atau berlarian di taman. sebisa mungkin kita perlu menjaga diri melalui latihan sesering yang kita bisa. Makan yang seimbang dan biasaka makan sayur dan buah. Energi yang kita dapat dari olehraga, diet sehat, dan paparan sinar matahari membantu kita untuk fokus dan bersikap positif secara alami.


3. Jadi orang yang selalu berpikir ke depan
Berpikir positi adalah kemampuan untuk menemukan lapisan perak pada sebuah awlan. Maka mengenai hari ini atau kemarin, kita akan berharap besok akan lebih baik. Misalnya mahasiswa yang berusaha keras belajar untuk ujian, ia mengingat gambaran mengenai hari esok dan berpikir bagaimana hasil yang ia peroleh seperti gelar atau penghargaan lain. Karena hidup bukanlah permainan lotere (kalau di Indonesia namanya judi togel kali yah :D), maka hasil maksimal adalah milik setiap orang yang bekerja keras.

4. Berhenti Menyalahkan Orang Lain
Memang sangat mudah ya, menyalahkan orang lain atas kondisi kita. Banyak orang yang "mengkambinghitamkan" wakil rakyat, politisi, bos, ekonom, pemerintah, dan pihak-pihak lain atas masalah mereka. Tapi, saat kita benar-benar menerima bahwa kitalah yang mengontrol diri kita sendiri, kita akan menemukan optimisme lalu kesuksesan akan datang secara alami.

5. Pahami bahwa Masa Lalu bukan Cetak Biru Masa Depan
Hanya karena kamu sudah mengalami kesulitan dalam hidup, maka jangan berpikir bahwa  apa yang dimulai buruk juga akan berakhir buruk. Jangan membuat pengalaman buruk sebagai ramalan apa yang ada di depan. Sebaliknya, pahami bahwa pengalaman buruk adalah bagian dari masa lalu dan jalan ke depan akan lebih terang bagi kita.


sumber asli : klik di sini  (beberapa bagian ada yang ditambahi dan dihilangkan).

4 comments

Blogger news

Blogroll