Sepanjang sejarah Islam, wanita memiliki peran penting dalam menyebarkan kalimatullah.

Banyak contoh dari wanita-wanita hebat telah disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw, yang memuji keutamaan Maryam, Asiyah istri Fir’aun, Khadijah ra ibunda kaum mukmin, dan Fatimah ra putri dari Nabi Muhammad Saw. Wanita-wanita hebat ini adalah teladan utama dalam hal produktivitas bagi muslimah modern yang ingin mencapai keseimbangan di antara kehidupan keluarga, pekerjaan, dan terutama agama mereka. Mari kita amati 4 orang wanita ini dan kita lihat apa yang dapat kita pelajari dari mereka.

Read more »

Kita mengenal 5 perspektif yang paling dominan membicarakan manusia dalam teori Psikologi. Ke-lima mazhab besar itu adalah Psikoanalisa, Behavioral, Humanistik, Kognitif, serta Biologis. Masing-masing mazhab memiliki pandangan tersendiri mengenai sifat manusia. Sebagai contoh, secara umum perspektif Biologis dan Psikodinamika meyakini bahwa perilaku manusia ditentukan oleh pembawaan dasarnya, seperti genetik, neural, hormonal, evolusi, dan faktor insting ketidaksadaran. Sementara perspektif Behavioris dan Humanistik mempercayai bahwa faktor lingkungan (environmental) dan internal diri (self) lebih memiliki pengaruh pada perilaku kita. Selanjutnya aliran Kognitif berpendapat bahwa baik faktor alamiah seperti potensi otak, serta faktor pengasuhan (nurture) seperti kognisi dan proses belajar berperan besar dalam membentuk perilaku kita.

Sejenak mungkin anda akan mengangguk-angguk setuju pada beberapa pandangan dominan di atas, karena memang ada benarnya. Tapi tunggu dulu, kami beri ilustrasi: jika kita ibaratkan pandangan-pandangan tersebut sebagai beberapa orang buta, maka ketika mereka meraba tubuh gajah, mereka akan mendeskripsikan tubuh gajah tersebut sebagaimana apa yang mereka sentuh. Jika yang satu memegang belalai, ia akan mengira gajah bertubuh panjang seperti ular. Ketika yang satunya meraba telinga gajah, ia akan berasumsi bahwa tubuh gajah lebar dan pipih. Dan seterusnya. Tidak ada dari ke-lima orang buta tersebut dapat mendeskripsikan tubuh gajah secara kesuluhan dengan benar. Karena pada dasarnya mereka menyentuh bagian-bagian yang berbeda satu sama lain. begitu juga lima mazhab di atas.

Read more »

Oleh : Muhammad Awais Thahir (Author blog Islam and Psychology)

Ali Thanvi, yang disebut oleh banyak Muslim di Asia Selatan sebagai 'tabib ummat Islam” [Hakim al-umat] dan 'Reformis Bangsa' [mujaddid al-millat], adalah tokoh besar kebangkitan Islam dan kebangkitan di Asia Selatan Abad Kedua Puluh. Thanvi adalah seorang teolog Muslim terkemuka, seorang mistikus sufi, dan penulis produktif teks-teks Islam. Pengikutnya mengklaim bahwa ciri khas dan prinsipnya adalah kehebatan keseimbangan dan keterusterangannya - sifat ini diwujudkan dalam pidatonya, tulisan, dan pelatihan sarjana dan sufi yang ia lakukan. Thanvi diakui oleh pengikutnya sebagai pembaharu rakyat, seorang pembimbing spiritual teladan [Syaikh], seorang penulis sukses, ahli fiqh, seorang intelektual yang bijaksana, dan “benteng” tradisi Islam.

Read more »

Blogger news

Blogroll