Sabar VS Mengeluh

*dari dua kata di atas, mana yang sering kamu lakukan? :-D

apa itu sabar?
pertama, sabar itu bukan berarti menyerah pada keadaan dan gak berusaha mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi (ini pasti semua udah paham lah ya). kedua, sabar itu banyak macamnya; ada yang disebut "hilm" yaitu nahan diri dari kemarahan, ada juga "kitman", menahan diri dan memelihara rahasia, lalu "iffah" menahan nawa nafsu dan hasrat seksual, dan lain-lain.

ulama membagi sabar menjadi beberapa macam, tapi dari bentuk kegiatannya sabar digolongkan menjadi dua; sabar menghadapi cobaan yang sifatnya jasmaniah, dan yang sifatnya rohaniah.

yang terakhir ini beberapa contohnya sudah saya sebut di atas. Sabar rohani (disebut "rohaniah" mungkin karena gangguannya berasal dari hawa nafsu/ gangguan psikologis) walaupun sepertinya sederhana, tapi gak mudah dijalani :D

kenapa? karena saking "sepele" nya bagi kita, kita jadi sering lupa untuk bersabar. penyakit, luka, gelisah, sedih, resah, rasa tidak aman, takut adalah beberapa contoh gangguan psikologis yang bisa jadi ladang pahala jika kita bersabar dengan kesabaran sempurna (shabrun jamilun). 

Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam ditanya, apa dan bagaimana yang dinamakan "shabrun jamilun?" beliau menjelaskan bahwa "sabar yang tidak ada keluh kesah dan pengaduan" (Hadits mursal riwayat Ibnu Abi Hibalah).

nah, gak mudah ternyata...karena, gak semua orang kuat untuk gak mengeluh :D
tapi, apakah kita sama sekali gak boleh mengeluh?

menurut saya, boleh-boleh saja kita mengeluh, tapi kalo kamu memilih untuk nahan diri dan bersabar, maka itu  pilihan yang lebih baik. "..Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar" (kutipan QS. An-Nahl: 126)

saya sendiri orang yang gak suka mendengar banyak keluhan, karena saya berasa kecipratan aura negatifnya. saya juga cukup menahan diri untuk tidak membeberkan keluhan dari masalah yang saya alami. walaupun terkadang saya merasa itu perlu untuk sedikit meringankan frustrasi.

saya cuma ingin menegaskan bahwa bagi sebagian orang, menyimpan masalah adalah lebih nyaman daripada membeberkannya hanya agar orang lain tahu bahwa ia sedang gulana. di tambah saya lebih mampu mendengarkan dibanding bercerita, sehingga seringkali curhatan saya terkesan tidak tuntas dan malah membuat yang mendengarkan makin kesal (maaf jika kalian membaca ini :p )

FYI, umumnya ada tiga alasan mengapa orang mengeluh:

1 - Mereka sangat tertekan oleh sesuatu dan merasa gak mampu mengubahnya
2 - Mereka marah dan sedih terhadap suatu situasi dan khawatir bahwa itu akibat kesalahan mereka sendiri.
3 - Mereka gak tau bagaimana cara menenangkan diri
Meskipun orang yang mengeluh itu meminta nasehat kita, sebenarnya mereka itu ingin supaya kita mengakui kalau apa yang mereka rasakan itu wajar dan kita mau bantuin mereka untuk mengelola rasa sedih, marah, dan rasa bersalah mereka. akan tetapi,  menawarkan untuk menenangkan diri atau memberi atau simpati aja jarang membantu mereka merasa lebih baik. 
bagaimana menghadapi orang yang mengeluh? di bawah ini ada 5 langkah sederhana yang lengkapnya bisa kamu baca di sini :
1 - katakan kepada mereka bahwa kita memahami perasaan tertekan atau frustrasi yang mereka rasakan. bisa dengan mengatakan "aku ngerti kok perasaanmu" boleh dengan kontak fisik kalau kamu lagi spechless :p (bagi yang muhrim lho ya)
2. kita harus mengakui bahwa belum tentu kita dapat mengubah perasaan mereka, karena mereka sedang terjebak dalam situasi yang gak menyenangkan. sehingga saran atau usaha kita untuk menenangkan gak akan cukup untuk mengubah pengalaman mereka itu. mereka perlu mengembangkan kekuatan dalam diri mereka sendiri, dan itu gak bisa terjadi dalam waktu singkat. 
3. biarkan mereka tau bahwa kita mengerti itu bukan kesalahan mereka, atau setidaknya bukan sepenuhnya kesalahan mereka. seringkali mereka secara gak sadar memohon pemakluman dari orang lain. 
4. bila perlu tetapkan batasan berapa lama kita dapat mendengarkan mereka, atau alihkan perhatiannya. ini supaya mereka tau bahwa kita percaya mereka mampu menangani perasaan frustrasi mereka sendiri (selama frustrasinya gak parah), dan mengembangkan kekuatan internal untuk berhenti mengeluh. 
5. ingat dua hal ini:  a)  Mengeluh umumnya mencerminkan ketidakmampuan seseorang untuk mengubah perasaan atau situasi yang mereka alami.b)  Hubungan kita dengan mereka lebih penting daripada solusi kita untuk masalah mereka. usahakan sebisa mungkin agar mereka gak terlalu membuat kita kerepotan, silahkan berikan batasan tapi jangan beri kesan penolakan. alangkah lebih baik jika kita bisa memberi simpati, tapi masih dapat bersikap dengan seimbang.
nah, finally.. walaupun mengeluh itu boleh, tapi jangan keseringan sampai membuat panas kuping orang lain. dan tetep aja...sabar itu lebih baik :D

wallahu a'lam. 
note untuk sahabatku:  maaf karena pagi tadi mengeluh dan membuatmu kesal. tidak lagi, janji. 

5 comments

  1. selalu mengeluh untuk tidak mengeluh. mengeluh karena tidak bisa berhenti mengeluh... *sering :(

    ReplyDelete

Blogger news

Blogroll