(ingin kuberi judul Rindu)



Rangkulan tangan yang kokoh
Senyuman hangat rumahku
Serbuan pesan singkat sahabat
Ajakan untuk segera kembali
Dering telepon dari seberang
Bisik rindu yang menderu
Hangat mentari di langit kota
Kerling mata yang menggoda
Nasihat dari wajah yang bersahaja
Janji cinta di atas bumi
Pelukan penuh rasa percaya
Sapuan untuk air mata
Tepukan pundak penuh bangga
Tawa renyah di kiri dan kanan
Berdiri tegak untuk menunggu
Jemputan untuk ikrar setia
Anggukan janji kepahaman
Cemberut penuh cemburu
Kerutan dahi kekhawatiran
Uluran tangan beri harapan
Telinga siap untuk mendengar
Genggaman erat beri rasa aman.

Tak ada arti.
tanpaMU.

(Sekedar) Mengingat Tuhan

Pernah melihat kuda berkepala kera dan bersayap merpati?. Lalu apa yang terjadi jika ada hewan seperti itu muncul di dekat rumah anda? Saya yaki banyak orang akan langsung ketakutan dan menganggap bahwa kiamat sebentar lagi terjadi. Tapi, bagaimana jika hewan seperti itu tidak hanya satu, melainkan semua kuda di dunia ini berwujud seperti itu? Apakah anda masih akan kabur?

Ya, mungkin pemisalan di atas memang agak ekstrim. Tapi saya hanya ingin mengatakan bahwa sesuatu itu akan dianggap aneh jika memang kita tidak pernah atau jarang menemuinya, tapi jika sudah sering maka sebaliknya. Anda pasti sudah tidak asing dengan kucing, tapi ia akan menjadi sangat menarik bagi seorang balita karena yang dilihatnya adalah sesuatu yang berjalan, bersuara namun tidak sama dengan dirinya dari bentuk dan ukuran.

Lebih lanjut lagi, sesering apa anda memikirkan tentang eksistensi diri anda? Lingkungan anda? Atau lebih luas lagi alam semesta ini?

Apa saja yang membuat anda terkagum-kagum?

Apa saja yang membuat anda semakin merasa ingin tahu?

Read more »

Tulisan ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya mengenai10 Kebiasaan Menjadi Lebih Optimis. check this out:

1. Pebanyak Senyum dan Kurangi Cemberut
saat kita tersenyum, kita memancing orang lain untuk juga tersenyum. Sedangkan cemberut memiliki efek sebaliknya. Kebahagiaan, bahkan dalam dosis kecil memunculkan Serotonin (hormon bahagia). Ini membuat kita mampu mengatasi hari-hari berat yang kita temui.

2. Olahraga, lakukan diet sehat dan konsumsi vitamin D.
ini sering sudah kita dengar, bahwa kita butuh sedikit latihan dan sinar matahari walaupun hanya 15 menit setiap harinya. Jika tidak bia mendapat sinar matahari langsung, tanyakan pada dokter mengenai suplemen vitamin D atau terapi cahaya. Saat sibuk dan tidak sempat berolahraga, kita bisa turun tangga atau berlarian di taman. sebisa mungkin kita perlu menjaga diri melalui latihan sesering yang kita bisa. Makan yang seimbang dan biasaka makan sayur dan buah. Energi yang kita dapat dari olehraga, diet sehat, dan paparan sinar matahari membantu kita untuk fokus dan bersikap positif secara alami.

Read more »

Banyak lho keuntungan dari berpikir optimis, selain kita jadi gak suka ngeluh dan terhindar dari putus ada, Orang yang optimis juga punya kesehatan yang lebih baik daripada orang yang sering pesimis. Ini dapat terlihat dari jantung yang sehat, manajemen stres yang lebih baik, dan resiko rendah untuk mengalami stroke. lalu gimana caranya biar lebih optimis? di bawah ini ada beberapa kebiasaan yang dapat kita kembangkan. Jika kita melatihnya terus menerus, kita akan terbiasa untuk berpikir, berkata, dan bertindak dengan penuh optimisme! :)

1. Bersyukur
Bersyukur bisa dimulai dengan menghitung nikmat yang kita miliki. Kita gak akan pernah puas jika kita gak bersyukur pada hal-hal baik dalam hidup ini. kumpulkan semua hal-hal baik, tapi jangan menolak apa yang buruk. karena, kita juga perlu bersyukur atas hal-hal sulit, hambatan, serta kegagalan. Mengapa? karena itu semua bisa membuat kita lebih bijak dalam hidup ini. Ujian hidup memberi kita kekuatan, kegigihan, dan membentuk daya tahan kita. Bersyukur membuat kesulitan hidup dapat mudah diatasi. ini semua adalah fondasi dari optimisme. Maknai setiap hal yang baik atau buruk, pahami itu sebagai titik menuju masa depan yang lebih cerah.

Read more »

source: google.com

Mungkin gak banyak yang tau kalau hari ini (10 Oktober) adalah Hari Kesehatan Mental Dunia. Saya juga sebenarnya baru tau setelah admin akun Fakultas ngajak-ngajak ngetwit pake hastag #smile. Di kampus juga ada banner ajakan untuk nyebarin senyum. Kelihatannya sederhana banget ya? kenapa harus senyum? karena senyum identik dengan kebahagiaan, dan bahagia adalah salah satu wujud kesehatan mental.

ada yang sekarang lagi gak bahagia? :D *ngacung sendiri*
bukan berarti kamu lagi sakit mental lho. hehe

anyway, saya sepakat sama Ibu Eileen Rachman, kita hanya perlu berusaha untuk selalu bahagia. just happiness, kata beliau. gak usah banyak-banyak belajar teori psikologi positif untuk bisa lebih optimis. berusaha bahagia saja, dengan hal-hal sederhana: oleh raga, naik gunung, jalan-jalan bareng sahabat, ngopi bareng keluarga, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Harus seperti itu? gak juga, setidaknya kamu jangan melepaskan senyum, dan praktekkan cara berjalan orang optimis nan bahagia. hehe. gimana itu caranya? kamu tinggal berdiri tegak (jangan membungkuk!) dengan pandangan ke depan (jangan melihat ke bawah terus-terusan) dan beberapa saat kemudian kamu akan merasakan efek positifnya :D

Read more »

Blogger news

Blogroll